2019, 25 July.
Saya memilih mencurahkan isi hati saya melalui tulisan di blog saya yang telah usang ini, saya menemukan satu tulisan di draf saya yang kemudian menyentuh hati saya. Wah, saya bisa menulis itu, really? 🥺
Akhirnya saya putuskan untuk publikasi itu.
Saya memiliki hubungan yang lama dengan seseorang yang tentunya sangat saya sayangi baik dan buruknya ia. Kami bertemu saat sekolah dulu, sampai kami sekarang berkuliah dan saya adalah mahasiswa semester akhir. Bolehkah saya bercerita sedikit perjalanan hubungan kami walaupun tidak akan cukup untuk saya tuliskan karena terlalu banyak? 🥺
Ah, saya skip saja ya.
Awalnya saya tidak begitu mengetahui bidang yang ia geluti, mengapa? Kemakan cinta monyet dan keterusan sampai sekarang. Ibaratnya saya dan dia itu dewasa bersama. Saya cancer dan ia capricorn, boleh dijabarkan sifatnya seperti apa?
Saya begitu sensitif tapi bisa keras dengan pendirian saya, ia yang keras kepala tapi akan melunak dengan sendirinya. Banyak perbedaan yang kami rasakan, tapi kita selalu memaafkan satu sama lain.
Entah, saya hanya ingin menulis.
Saya merasa sangat terpukul karena empat tahun saya perjuangkan hubungan ini bersama dia, tetapi harus kandas karena keegoisan. Saya memang punya kesalahan, tapi apa itu jadi faktor untuk pergi begitu saja hanya karena kamu sedang di sibukkan dengan kegiatanmu?
Bagaimana dengan janji yang pernah kamu berikan sebagai hadiah dari penantianku. Ah, mungkin kamu lupa.
Perpisahan ini membuat saya trauma, salahkah jika sekarang saya hanya ingin laki" yang mapan dan ia bisa ceritakan prosesnya padaku kelak. Seseorang yang saya temani dari awal saja tega menyakiti saya, rasanya sedih sekali menjadi saya. Saya tetap memilihnya meskipun banyak yang menawarkan sesuatu yang lebih baik. Tolong saya sangat tulus. Saya berusaha optimis dan mendukung langkah yang ia lakukan, tapi ketika saya disuruh bersabar dan pada akhirnya saya yang tersakiti karena ia memilih kesibukannya, apa itu adil buat saya? 🙏
Ah sekali lagi, dia lupa dengan janjinya.
Entah apa yang ada dipikirannya, saya benar-benar kecewa. Semua hal di dunia ini bisa saja terjadi, tapi tidak dengan kesombongan. Saya memilihmu menggunakan hati saya, tetapi kamu melepaskan aku dengan mudah menggunakan emosimu.
Tak apa, fokuslah kamu disana. Terima kasih, kamu membuat luka dihati aku yang entah kapan sembuhnya, memikirkan untuk bertemu lagi dengannya? Ah, itu kuasa Tuhan.
Komentar
Posting Komentar